Friday, March 22, 2013

Laporan Praktikum Bioteknologi Sederhana Tape Singkong



BIOTEKNOLOGI SEDERHANA : TAPE SINGKONG


I.                   TUJUAN
1.      Mengetahui cara penerapan bioteknologi sederhana: fermentasi tape.
2.      Mengetahui proses pembuatan tape.
3.      Mengetahui proses terjadinya fermentasi.
4.      Mengetahui peranan organisme Saccharomyces cerivisiae dalam peragian.


II.                DASAR TEORI
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa untuk kesejahteraan umat manusia. Penerapan bioteknologi memadukan berbagai disiplin ilmu, seperti mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi molekuler, kimia, rekayasa proses, dan teknik kimia. Bioteknologi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bioteknologi sederhana (konvensional) dan bioteknologi modern.

Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang menggunakan teknik rekayasa genetika, seperti DNA rekombinan, yaitu pemutusan dan penyambungan DNA dengan cara kultur jaringan, kloning, dan fusi sel.

Bioteknologi sederhana (konvensional) adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme/makhluk hidup sebagai alat untuk menghasilkan produk dan jasa tertentu. Bioteknologi sederhana memanfaatkan bakteri, ragi, kapang, alga, sel tumbuhan, atau jaringan hewan.

Pembuatan tape singkong termasuk dalam bioteknologi sederhana. Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah :
a)      Kapang
-          Amylomyces rouxii
-          Mucor sp.
-          Rhizopus sp.
b)      Khamir
-          Saccharomycopsis fibuligera
-          Saccharomycopsis malanga
-          Pichia burtonii
-          Saccharomyces cerevisiae
-          Candida utilis;
-          Bakteri Pediococcus sp.
-          Bakteri Bacillus sp.

Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.

Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim - enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula - gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula - gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya.

Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerevisiae. Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat (fruktosa dan glukosa) menjadi alkohol dan karbondioksida. Selain Saccharomyces cerevisiae, dalam pembuatan tape ini terlibat pula mikroorganisme lainnya, yaitu Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera. Kedua mikroorganisme ini turut membantu dalam mengubah pati menjadi glukosa.

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi.

Ragi adalah palung yang dibuat dari adonan tepung beras dan berbagai macam rempah-rempah mengandung berbagai macam jasad renik (tergantung jenis raginya), ragi digunakan sebagai biang dalam pembuatan roti maupun berbagai jenis makanan hasil fermentasi tradisional, seperti tape, tempe, oncom, dan kecap juga untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.

Pemilihan media pembungkus sangat penting biasanya menggunakan daun pisang, daun jati, daun waru, plastik. Untuk mendorong pertumbuhan jamur Saccharomyces cerevisiae dengan baik secara aerasi untuk mendapatkan cukup udara.


III.             ALAT DAN BAHAN
1.      Baskom
2.      Kain Lap
3.      Penyaring
4.      Daun pisang
5.      Ragi yang telah dihaluskan
6.      Singkong sesuai kebutuhan (sudah direbus/kukus ¾ matang)



IV.             LANGKAH KERJA
Flowchart: Alternate Process: Siapkan semua bahan
Flowchart: Alternate Process: Siapkan baskom untuk mengubah singkong menjadi tape
Flowchart: Alternate Process: Lapisi bagian bawah baskom dengan daun pisang
Flowchart: Alternate Process: Masukkan singkong yang sudah dingin ke dalam baskom
Flowchart: Alternate Process: Taburi singkong dengan ragi yang telah dihaluskan
Flowchart: Alternate Process: Banyak ragi disesuaikan dengan jumlah singkong
Terlalu banyak = tape terlalu lembek
Terlalu sedikit = tidak manis dan terasa keras
Flowchart: Alternate Process: Tutup singkong dan wadahnya dengan daun pisang
Flowchart: Alternate Process: Usahakan singkong benar – benar tertutup hingga tidak ada udara yang bisa masuk untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Flowchart: Alternate Process: Diamkan selama 2-3 hari hingga sudah terasa lunak dan manis



V.                HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil percobaan tape singkong kelompok 2 setelah 3 hari didiamkan cukup lunak dan manis.

Perubahan biokimia yang penting pada fermentasi tape adalah hidrolisis pati menjadi glukosa dan maltosa yang akan memberikan rasa manis serta perubahan gula menjadi alkohol dan asam organik.

Reaksi dalam fermentasi berbeda - beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan

Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5O H). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.

Persamaan Reaksi Kimia

Flowchart: Alternate Process: C6H12O6 → 2C2H5OH  +  2CO2 + 2ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)

Dijabarkan sebagai berikut:

Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)

Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan. Tahap akhir dari fermentasi adalah konversi piruvat ke produk fermentasi akhir. Tahap ini tidak menghasilkan energi tetapi sangat penting bagi sel anaerobic, karena tahap ini meregenerasi. nicotinamide adenine dinucleotide (NAD+), yang diperlukan untuk glikolisis. Ia diperlukan untuk fungsi sel normal karena glikolisis merupakan satu-satunya sumber ATP dalam kondisi anaerobik.






VI.             KESIMPULAN
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

Pembuatan tape singkong termasuk dalam bioteknologi sederhana karena masih menggunakan cara – cara tradisional yang terbatas (fermentasi dengan mikroorganisme).

Pada proses pembuatan tape, ragi (Saccharomyces cerevisiae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi glukosa yang membuat tape terasa manis walaupun tidak diberi gula. Kemudian glukosa itu akan dimakannya untuk pertumbuhannya sehingga singkong menjadi lunak. Jamur tersebut akan merubah glukosa menjadi alkohol.

Reaksi pada fermentasi :
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)

Narrative Text : Rapunzel



Rapunzel

Long time ago, there's a couple, a man and a wife who live beside a beautiful garden that belonged to a witch. The wife was pregnant. However, she craved some of the rapunzel plant that only grew in the witch’s garden. The husband sneaked over to the garden to collect some of the plant for his wife the next two nights. On the third night, the husband was caught by the witch that was known as “Dame Gothel”. He begs her for mercy, so she agrees to let him take as much Rapunzel as he wishes, in one condition. He must give his child to the witch at her birth. The husband was desperate and agreed to give his child to the witch.

Few months later, the baby was born. It was a girl and named Rapunzel. Soon, she was taken away to the witch. She grew into a beautiful girl with long golden hair. When Rapunzel reached twelve years of age, Dame Gothel locked her in a tower deep in the woods. The tower had no doors and no stairs, but only a simple one room space with a single window. Whenever the witch went into the woods to see Rapunzel, she stood at the base of the tower and said “Rapunzel, Rapunzel, let down your hair, so that I may climb the golden stair”. Rapunzel then would let down her long hair for the witch to climb.

Then one day, a prince went riding through the forest and could hear Rapunzel singing from her tower. Enhanced by her beautiful voice, the Prince found the girl but was unable to get into the tower. After returning often to hear her sing, he saw the witch visiting Rapunzel and learned how to get to her.

Once the witch had gone, the Prince stood at the base of the tower and said “Rapunzel, Rapunzel, let down your hair, so that I may climb the golden stair”. Rapunzel then would let down her long hair for the prince to climb. He climbed and met Rapunzel then he ask her to be his wife. Rapunzel agreed and they planned to escape the tower. Before the plan could take place, Rapunzel accidentally gave away the prince's visits to the witch. In anger, the witch cut off Rapunzel’s long hair and threw her into the forest to fend for herself. When the Prince returned for Rapunzel, he only found the witch in the tower. She told the Prince that he would never be able to see Rapunzel again.

For months, the Prince wandered the country searching for Rapunzel. One day, he heard her voice and they were united once again. The prince brings Rapunzel to the kingdom where the two live happily ever after.

Perjanjian Perebutan Indonesia Kembali




Perjanjian Linggarjati

Tanggal                 : 10-15 November 1946
Tempat                   : Linggarjati, Kuningan, Cirebon, Jawa Barat
Perwakilan          : Indonesia :  Sutan Syahrir dan Dr. A. K. Gani
                             Belanda : Prof. Schermerhorn dengan anggota Dr. Van Mook, F. De Boer, Van Poll
                             Inggris (penengah) : Lord Killearn
Isi                            :
·         Pengakuan secara de facto wilayah Jawa, Sumatera dan Madura oleh Belanda.
·         Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
·         Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
·         Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth /Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni        


Perjanjian Renville

Tanggal                 : 8 Desember 1947 – 17 Januari 1948
Tempat                  : Geladak Kapal Amerika Serikat USS Renville yang sedang berlabuh di Tanjung Priok.
Perwakilan             : Indonesia          : Amir Syarifuddin
                             Belanda              : R. Abdulkadir Wijoyoatmojo
                             KTN (AS, Australia, Belgia) sebagai penengah
Isi                            :
·         Persetujuan gencatan senjata.
·         Kedua pihak bersedia menyelesaikan pertikaian secara damai dengan bantuan KTN.
·         Kedaulatan Indonesia berada ditangan Belanda untuk sementara.


Perjanjian Roem-Royen

Tanggal                 : 14 April 1949
Tempat                  : Jakarta
Perwakilan          : Indonesia          : Moh. Roem
                            Belanda              : Van Royen
Isi                            :
·         Pihak Indonesia akan menghentikan perang gerilya.
·         Belanda akan menghentikan gerakan militer dan menarik semua pasukannya dari wilayah RI.
·         Belanda setuju mengembalikan para pemimpin Indonesia yang ditawannya di Yogyakarta.
·         Akan diadakan KMB antara Indonesia dan Belanda.

Perjanjian KMB

Tanggal                 : 23 Agustus – 2 November 1949
Tempat                 : Den Haag, Belanda
Perwakilan          : Indonesia          : Moh. Hatta dengan anggota Moh. Roem, Soepomo, J. Leimena dan Ali Sastroamijoyo.
                            Belanda              : Van Maarseveen
                            BFO                      : Sultan Hamid II
                            UNCI                   : Chrithcley

Isi                            :
·         Belanda akan menyerahkan kedaulatan RIS pada akhir Desember 1949.
·         Masalah Irian Barat akan diselesaikan setahun  setelah pengakuan kedaulatan.
·         Dibentuk Uni Indonesia Belanda.
·         RIS harus menanggung utang Belanda sejak tahun 1942.